Waspada Flu Babi Pada Manusia

H1N1 influenza atau flu babi (swine influenza) adalah infeksi oleh satu atau beberapa jenis virus influenza babi. Virus influenza babi (swine influenza virus, SIV) merupakan ancaman bahaya dari keluarga virus influenza yang endemik pada babi. Virus flu babi terdapat umum pada populasi babi di seluruh dunia.

Gejala-Gejala Flu Babi
Gejala flu babi zoonotik pada manusia sama dengan gejala influenza pada umumnya yaitu: meriang, demam, radang tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, batuk, lesu dan lemah.

Penularan
Penularan virus tersebut dari babi ke manusia tidak umum dan tidak selalu menyebabkan flu pada manusia, seringkali hanya menyebabkan produksi antibodi dalam darah.
Jika penularan dari babi menyebabkan flu pada manusia, ia disebut flu babi zoonotik. Orang yang sering berdekatan dengan babi memiliki resiko terkena infeksi flu babi. Daging hewan yang mengidap flu babi tidak memiliki resiko infeksi jika dimasak dengan benar. Flu babi menular antar manusia, sehingga dapat menyebar dengan cepat. Penularan antar manusia memiliki cara yang sma dengan penularan flu pada umumnya yaitu dari kontak fisik dan udara (batuk atau bersin).

Perawatan:
Jika seseorang terkena flu babi, obat anti virus dapat meringankan sakit penderita dan membuat penderita merasa lebih baik dalam waktu lebih singkat. Obat ini juga dapat mencegah flu yang lebih parah. Untuk perawatan dengan obat anti virus, yang paling baik adalah diberikan segera begitu pasien menderita sakit (dalam dua hari sejak timbulnya gejala). Selain obat anti virus diperlukan perawatan tambahan baik di rumah maupun di rumah sakit yang difokuskan untuk mengontrol demam, mengurangi nyeri dan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, disamping perawatan medis sekunder lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk perawatan dan/atau pencegahan infeksi virus flu babi. adalah Tamiflu (oseltamivir) atau Relenza (zanamivir).

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *