Pengertian Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global

Tanah kering

Istilah efek rumah kaca dan pemanasan global selalu menjadi isu lingkungan yang aktual dewasa ini. Hal ini disebabkan karena efek rumah kaca dan pemanasan global selalu dikaitkan dengan kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan. Kampanye tentang pencegahan efek rumah kaca dan pemanasan global gencar dilakukan oleh pemerintah untuk mengedukasi setiap orang. Dengan memahami terjadinya efek rumah kaca dan pemanasan global diharapkan agar setiap orang dapat turut berperan serta dalam mencegahnya.

Apa yang dimaksud Efek Rumah Kaca?
Pengertian sebenarnya rumah kaca adalah bangunan mirip tenda yag terbuat dari bahan sejenis kaca untuk menciptakan lingkungan yang selalu hangat bagi tanaman tertentu, sekalipun pada musim dingin. Cara kerjanya adalah membuat panas matahari yang masuk ke rumah kaca terperangkap di dalam rumah kaca tersebut. Efek rumah kaca pada planet bumi merupakan efek pemanasan atmosfer bumi yang mirip dengan cara kerja rumah kaca terhadap tanaman tersebut.

Efek rumah kaca

 

Energi panas sinar matahari yang sampai ke bumi sekitar 30% dipantulkan lagi ke atmosfer. Dari sejumlah ini sebagian kecil dipantulkan kembali ke bumi. Di atmosfer terdapat gas-gas tertentu yang memiliki sifat menyerap dan memantulkan energi panas matahari dalam bentuk sinar inframerah. Jika kadar gas-gas tersebut meningkat maka pantulan energi panas ke bumi juga meningkat sehingga meningkatkan suhu atmosfer bumi.

Pengertian efek rumah kaca adalah peristiwa meningkatnya suhu atmosfer bumi karena panas matahari yang dipantulkan bumi terperangkap oleh gas-gas tertentu di atmosfer. Gas-gas yang memerangkap panas matahari yang dipantulkan oleh bumi tersebut disebut gas-gas rumah kaca.

Contoh Gas-Gas Rumah Kaca

Molekul-molekul gas pada atmosfer bumi yang terdiri dari tiga atom atau lebih disebut gas-gas rumah kaca karena dapat menangkap energi inframerah sinar matahari yang dipantulkan bumi sehigga meningkatkan suhu atmosfer bumi. Gas-gas rumah kaca antara lain air (H2O), ozon (O3), karbon dioksida (CO2), dan metana (CH4). Juga dalam kadar kecil, chloro-fluoro-carbon (CFC) mempengaruhi efek rumah kaca.

Apa yang Dimaksud Pemanasan Global?
Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata atmosfer bumi yang mempengaruhi iklim di bumi. Contoh pengaruh meningkatnya  suhu atmosfer bumi terhadap iklim antara lain, berkurangnya jumlah es di kutub karena mencair, meningkatnya permukaan air laut, perubahan arah angin musiman, pergeseran musim, dan lain sebagainya.

Apa Penyebab Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global?
Efek rumah kaca dan pemanasan global disebabkan meningkatnya gas-gas rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai sumber di bumi. Berikut beberapa penyebab meningkatnya gas-gas rumah kaca.

  • Pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) dari rumah tangga, pabrik, kendaraan bermotor, dan lain-lain
  • Berkurangnya hutan yang menjaga keseimbangan karbon dioksida dan oksigen.
  • Peningkatan penggunaan gas-gas rumah kaca seperti misalnya metana, nitrogen oksida, dan CFC.
  • Meningkatnya gas industri dari pabrik-pabrik.
  • Meningkatnya jumlah penduduk, sehingga meningkatkan penggunaan bahan bakar fosil.

Bagaimana Cara Mengurangi Efek Ruah Kaca dan Pemanasan Global?
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global antara lain sebagai berikut.

  • Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, gas alam)
  • Meningkatkan penggunaan energi terbarukan (energi surya, energi air, energi angin)
  • Hemat energi
  • Menjaga fungsi hutan sebagai paru-paru dunia
  • Memilih produk yang ramah lingkungan
  • Menjaga kelestarian alam.