Mengajari Bayi Merangkak

Para pakar perkembangan anak sepakat bahwa banyak sekali manfaat merangkak bagi bayi. Tahap merangkak merupakan periode kunci dimana bayi secara aktif mulai mengembangkan kemampuan fisik, kemampuan visual dan mempelajari lingkungannya
Merangkak merupakan kemampuan alami yang umumnya dikuasai oleh bayi secara otodidak. Beberapa bayi secara insting mulai belajar merangkak dari atas kasurnya, sebagian lainnya memerlukan sedikit bantuan untuk mengangkat perutnya dari lantai. Perhatikan tanda-tanda bayi sudah siap untuk merangkak.

Langkah-Langkah Mengajari Bayi Merangkak
Bagaimana mengajari bayi merangkak? Berikut adalah teknik belajar merangkak yang aman untuk dicoba dan dapat dilakukan oleh semua orang tua.

  1. Sediakan sebuah karpet yang cukup rata, tebal dan empuk di lantai. Tempatkan bayi tengkurap di atas karpet dengan posisi perut yang nyaman. Buatlah bayi merasa betah dalam posisi tengkurap, ajaklah bayi anda berbicara dan bermain di atas karpet. Langkah selanjutnya tidak dapat dilakukan jika bayi anda merasa tidak tahan atau tidak nyaman tengkurap di karpet.
  2. Pegang dekat siku bayi dan tarik kedua siku ke arah tubuhnya dan buatlah seolah-olah dia akan tengkurap di atas kedua sikunya.
  3. Angkat sedikit dada bayi dengan satu tangan (tangan lainnya menahan perutnya) untuk memperkirakan seberapa besar bantalan penahan dada (roller) yang perlu anda buat.
  4. Buatlah bantalan penahan dada (roller) dengan ukuran diameter cukup untuk menahan dada bayi. Cara membuat bantalan penahan dada (roller): ambil sebuah handuk yang cukup besar, lipat-dua searah panjangnya, lalu gulung membentuk bantalan seperti bantal guling.
  5. Sisipkan bantalan di bawah dada (bukan di bawah perut!) bayi sebagai penyangga posisi tubuh bayi, atur posisi lengannya menggantung di depan bantalan. Bantalan tidak boleh terlalu besar, siku bayi harus menyentuh karpet. Posisi dada dan kepala yang sedikit lebih tinggi ini memungkinkan bayi untuk melihat ke sekeliling dengan lebih leluasa.
  6. Sekarang anda harus mengambil posisi merangkak berhadapan dengan bayi anda. Ajaklah bayi anda berkomunikasi dengan berbicara atau membuat suara atau gerakan yang menghibur supaya ia bertahan beberapa saat dalam posisi tersebut.
  7. Selanjutnya anda buat gerakan merangkak dengan tetap berkomunikasi dengan bayi, buat ia tertarik untuk ikut merangkak, misalkan dengan menyodorkan mainan di hadapannya.

Inti latihan ini adalah membuat bayi memfokuskan diri pada anda atau sesuatu (yang menarik perhatiannya) sehingga ia lupa bahwa posisinya hampir merangkak, dan mendorong bayi untuk bergerak dalam posisi tsersebut.
Tips Mengajari Bayi Merangkak:

  • Pastikan bahwa bayi dalam keadaan nyaman dan senang dalam melakukan latihan tersebut.
  • Lakukan latihan tersebut 3 sampai 5 menit sehari, dan dapat ditingkatkan jika keterampilan dan kemampuan bertahan bayi sudah meningkat.
  • Jangan pernah meninggalkan bayi anda dalam posisi belajar merangkak. Bayi yang sedang belajar merangkak mungkin akan melakukan hal yang membayakan dirinya.
  • Jangan membuat bayi anda melakukannya secara berlebihan. Bayi belajar merangkak secara alamiah, dan kita tidak boleh menghabiskan banyak waktu mencoba memaksanya belajar secepat mungkin atau terlalu dini. Waktu yang diperlukan oleh bayi untuk belajar merangkak sangat bervariasi untuk masing-masing anak.
Share
This entry was posted in Parenting and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>