Manfaat Bermain Peran bagi Balita (Usia 3 – 5 Tahun)

Anak-anak sangat suka bermain peran. Anak-anak menyukai meniru apa dilakukan oleh orang dewasa atau meniru adegan di TV. Hampir semua anak suka bermain peran untuk mengekspresikan imajinasi mereka berdasarkan pengalaman yang mereka saksikan. Bermain peran seperti perang-perangan, rumah-rumahan, dokter-dokteran, dsb dapat memberikan sejumlah manfaaat bagi perkembangan anak khususnya balita (3 – 5 tahun). Apa mananfaat bermain peran bagi anak-anak? Berikut beberapa diantaranya.

1. Mengembangkan Kreativitas
Melalui bermain peran, anak-anak mengembangkan kreativitas membuat skenario cerita dan memerankan tokoh secara spontan. Anak-anak juga akan menggunakan kreativitas masing-masing dalam membuat dan menggunakan alat bantu seperti membuat pedang dari kertas atau menggunakan baskom sebagai gendang.

2. Mengembangkan Imajinasi

Berimajinasi adalah aktivitas yang positif bagi perkembangan anak. Anak-anak sangat mudah membayangkan jadi seorang dokter, guru, sopir, dsb sehingga mereka sangat menikmati dan tidak cepat bosan dengan peran nyang dilakukannya.

3. Meningkatkan Keterampilan Bersosialisasi
Jika bermain peran dilakukan secara kolektif yang terdiri dari beberapa orang anak, hal ini dapat meningkatkan keterampilan bersosialisasi. Anak-anak yang biasa bermain dalam kelompok cenderung lebih mudah bersosialisasi di lingkungan yang baru.

4. Meningkatkan Percaya Diri
Bermain peran dapat meningkatkan rasa percaya diri. Anak-anak suka menunjukkan perannya kepada teman sebaya dan orang tua. Anak-anak juga cenderung menggunakan imajinasi masing dalam berekspresi tanpa ada yang mengatur.

5. Meningkatkan Keterampilan Berbahasa
Bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbahasa karena anak akan menggunakan bahasa yang formal sebagaimana yang ia lihat dan dengar dari karakter yang ditiru.

6. Membangkitkan Semangat Bekerjasama dan Saling Menghargai
Bermain peran biasanya dilakukan secara kolektif berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini dapat meningkatkan semangat bekerjasama dan saling menghargai.

7. Meningkatkan Keterampilan Motorik
Bermain peran dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar (misalnya berjalan, mengangkat, menarik dsb) dan meningkatkan keterampilan motorik halus (misalnya memutar tombol, menulis, menggunting, dsb).

8. Melatih Kemandirian
Bermain peran dapat melatih kemandirian karena anak-anak tidak perlu ditemani orangtua. Saat bermain peran, anak-anak seringkali berusaha belajar melakukan hal-hal yang dilakukan orang dewasa misalnya menyapu lantai, menuang minuman, memberi nasehat, dsb.

Share
This entry was posted in Keterampilan, Parenting and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>