Apa Penyebab Anak Malas Belajar?

Sebagian anak sangat bersemangat bersekolah dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik karena giat belajar. Namun sebagian anak meskipun senang bersekolah tetapi merasa malas untuk belajar. Mengapa anak malas belajar? Ada banyak penyebab kemalasan belajar pada anak, baik karena faktor fisik, faktor lingkungan maupun faktor psikologis. Berikut beberapa alasan anak malas belajar yang paling umum.

1. Rasa Bosan
Membaca buku yang sama secara berulang bagi sebagian anak sangat membosankan. Bagi anak yang bosan, belajar lebih terasa sebagai bekerja.

2. Kesulitan Memahami Pelajaran
Saat anak tidak memahami apa yang dibaca, ia akan mengalami kelelahan mental untuk terus belajar. Hal ini diperburuk kondisi belajar tanpa pembimbing.

3. Mood yang Buruk
Rasa malas pada anak, termasuk malas belajar dapat disebabkan oleh faktor mood. Mood yang buruk cenderung kurang menanggapi ajakan dan sulit berkonsentrasi. Anak yang sedang mengalami mood yang buruk sulit untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

4. Perasaan Tertekan
Banyak anak merasa tertekan dengan tuntutan orangtua saat belajar. Anak merasa tidak mampu memenuhi harapan tinggi orangtua cenderung menolak untuk belajar. Setiap ajakan direspon sebagai perintah.

5. Ketidaksukaan terhadap Pelajaran Tertentu
Setiap orang termasuk anak-anak memiliki preferensi terhadap bidang tertentu. Sebagian anak tidak suka dan tidak berminat untuk mempelajari mata pelajaran tertentu. Jika ini yang terjadi, anak sama sekali tidak perhatian dengan pelajaran yang tidak menarik tersebut dan malas belajar.

6. Sarana atau Lingkungan yang Tidak Mendukung
Tidak tersedianya sarana atau lingkungan yang mendukung untuk belajar dapat membuat anak malas untuk belajar.

7. Kelelahan
Beberapa sekolah menerapkan jam pelajaran hingga sore hari. Jika setelah jam pelajaran, anak masih mengikuti kegiatan lain seperti les music atau berolahraga maka akan membuat anak kecapaian dan sulit berkonsentrasi untuk belajar.

8. Pemberontakan
Malas belajar bisa jadi disebabkan karena anak memberontak. Kadang anak kecewa jika keinginan atau harapannya anak tidak dipenuhi. Kekecewaan ini dapat diwujudkan dalam bentuk pemberontakan dan penolakan terhadap ajakan atau permintaan.

9. Ketidakmampuan Mengatur Waktu
Jika aktivitas anak tidak dikendalikan, anak akan cenderung melakukan kesenangan sampai lupa waktu. Aktivitas bermain, menonton tv, atau bermain game dapat sangat mengasyikkan sehingga anak tidak mau melakukan hal lain terutama belajar.

10. Motivasi yang Kurang
Kemalasan untuk belajar dapat disebabkan kurangnya motivasi. Anak yang kurang perhatian dari orang tua cenderung berbuat yang ia suka. Jika anak tidak pernah diarahkan dan dinasehati, maka ia merasa semua yang ia lakukan adalah hal benar dan wajar. Mengetahui cara-cara motivasi anak untuk belajar dapat menghindari masalah kemalasan belajar pada anak.

Share
This entry was posted in Motivasi, Parenting and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>