Mengenal Bioflavonoid (Vitamin P)

Apa Itu Bioflavonoid?
Bioflavonoid atau yang dikenal dengan nama vitamin P, sebenarnya bukan termasuk kelompok vitamin tetapi sering disebut vitamin untuk memudahkan mengelompokkan nutrien yang dikandungnya. Istilah bioflavonoid merujuk pada beberapa jenis zat seperti hesperin, hesperidin, eriodictyol, quercetin, quercertrin, rutin, myricetin, apigenin, luteolin, catechin,  citrin, luteolin, dan flavonoid lainnya. Nutrien ini tidak bisa dibuat oleh tubuh dan harus didapatkan dari makanan.

Apa Manfaat Bioflavonoid?
Bioflavonoid bekerja efektif bersama vitamin C secara mutualisma. Bioflavonoid membantu fungsi vitamin C, sebaliknya bioflavonoid selalu bekerjasama dengan vitamin C. Bioflavonoid, memiliki peran penting dalam menjaga kekuatan pembuluh darah kapiler dan mengatur permeabilitasnya. Bioflavonoid membantu vitamin C dalam menjaga collagen (perekat antar sel) agar tetap dalam kondisi sehat, membantu penyerapan dan penggunaan vitamin C, mencegah kerusakan vitamin C karena oksidasi, mengurangi hipertensi, mengurangi pendarahan, mencegah kerusakan pembuluh kapiler dan jaringan penghubung, dan membentuk penghalang pelindung terhadap infeksi.

Bioflavonoid efektif digunakan dalam perawatan cedera olahraga karena memiliki efek menghilangkan rasa nyeri. Zat ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan nyeri di kaki dan sepanjang punggung, dan dapat mengurangi gejala-gejala pendarahan jangka panjang, serum kalsium rendah, dan penyakit herpes rongga mulut (oral herpes).

Bahan Makanan Apa yang Mengandung Bioflavonoid?
Bioflavonoid banyak terdapat pada bahan putih tepat di bawah kulit buah citrus. Bioflavonoid juga terdapat dalam lada, anggur, kayu pinus, bawang-bawangan, berry, teh hijau, sorgum, apricot, kedelai, tomat, brokoli, dan lain-lain.

Bahan Apa yang Dapat Mengurangi Bioflavonoid dari Tubuh?
Beberapa bahan dapat menghilangkan bioflavonoid dari tubuh. Salah satunya yang paling buruk adalah asap rokok dan banyak minum alkohol. Aspirin dan beberapa obat penghilang rasa sakit juga dapat membuang bioflavonoid dari tubuh. Demikian pula dengan antibiotik dan cortisone.

Share
This entry was posted in Nutrisi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>