Butter dan Margarine, Apa Bedanya?

Apa Perbedaan Butter dan Margarine?
Butter dan margarine adalah bahan makanan yang berasal dari jenis lemak. Butter berasal dari sumber hewani sedangkan margarine berasal dari minyak nabati. Butter dan margarine digunakan dalam proses memasak (khususnya memanggang dan menggoreng) dan sebagai bahan makanan.

Butter
Butter terbuat dari krim lemak susu sapi, meskipun bisa juga dibuat dari susu hewan lainnya. Molekul-molekul lemak biasanya berada dalam bentuk suspensi dalam krim. Pengadukan  menyebabkan molekul-molekul lemak saling lengket dan akhirnya menjadi padatan.

Butter mengandung sekitar 80% lemak, siasanya adalah air, padatan susu, dan kadang-kadang garam. Kadar garam butter yang mengandung garam antara 1% – 3%.

Butter seperti produk hewani lainnya, mengandung lemak jenuh (saturated fat). Lemak jenuh pada suhu kamar berada dalam fasa padat. Hal ini menyebabkan butter tetap dalam bentuk padat yang memudahkan penggunaan untuk olesan roti atau untuk memasak.
Sayangnya, kelebihan konsumsi lemak jenuh dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, meningkatkan LDL (kolesterol jahat), dan inflamasi arteri.

Margarine
Margarine terbuat dari minyak nabati. Minyak nabati pada suhu kamar berbentuk cair. Pemadatan minyak nabati ini dilakukan dengan proses yang disebut hidrogenisasi. Hasilnya adalah margarine yang tidak mengandung kolesterol dan kalaupun mengandung lemak jenuh hanya sedikit. Margarine mengandung lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fat) dan lemak trans. Kebanyakan margarine dewasa ini terbuat dari minyak jagung atau minyak kedelai.

Seperti halnya butter, margarine terdiri dari 80% lemak dan 20% air dan padatan lain dengan kandungan garam sekitar 3%. Margarine seringkali diperkaya dengan berbagai vitamin.

Margarine sebagai Pengganti Butter
Secara umum margarine dapat menggantikan butter dalam berbagai keperluan. Margarine terbuat dari minyak nabati tidak jenuh jamak (polyunsaturated vegetable oil). Minyak nabati tidak mengandung lemak jenuh sehingga margarine dianggap lebih sehat sebagi pengganti butter.
Namun perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua margarine sama. Beberapa jenis margarine karena proses pembuatannya mengandung lemak trans, yang juga kurang baik bagi kesehatan.

Butter dan Margarine, Mana yang Lebih Baik?
Butter dan margarine mengandung jumlah kalori yang sama sekitar 34 per sendok teh.
Butter merupakan sumber yang baik bagi vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K yang baik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa margarine memiliki dua jenis fitokimia yang dapat mengurangi LDL (kolesterol jahat). Kedua kelompok senyawa nabati tersebut adalah sterol dan stanol, yang diketahui membantu menurunkan kolesterol LDL tetapi tidak menurunkan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Margarine yang dibuat dari minyak nabati yang tidak mengandung lemak trans, lebih baik daripada butter. Oleh karena itu kita harus hati-hati dan seksama dalam memperhatikan label fakta nutrisi produk butter dan margarine. Dewasa ini telah banyak dikembangkan produk butter dan margarine yang telah difortifikasi (diperkaya) dengan berbagai nutrisi agar lebih ramah bagi kesehatan.

Butter dan margarine memiliki daya tahan yang berbeda. Butter harus disimpan di lemari pendingin supaya tahan lama. Margarin harus disimpan dalam lemari pendingin agar tetap padat, tetapi margarine dapat tetap stabil jauh lebih lama daripada butter. Butter, seperti halnya produk susu lainnya, dapat menjadi basi dan tengik jika tidak disimpan di lemari es. Butter dan margarine, keduanya dapat digunakan dalam resep masakan, tetapi butter adalah pilihan pertama bagi chef professional, sedangkan margarine lebih banyak digunakan oleh orang kebanyakan. Butter biasanya lebih mahal dari margarine. Tekstur butter dan margarine bervariasi dan kadang tidak kentara. Margarine terbuat dari minyak nabati yang sangat beragam sehingga menghasilkan lebih banyak variasi dalam citarasa dan tekstur.

Butter, Margarine dan Mentega
Apa perbedaaan mentega dengan butter atau margarine? Mentega berasal dari kata “manteiga” dari bahasa Portugis yang berarti margarine. Karena margarine dapat menggantikan butter, maka secara umum mentega bisa digunakan menggantikan butter. Secara umum butter lebih berkelas, lebih mahal, dan lebih lezat. Mentega atau margarine lebih kaya rasa dan mengandung jenis lemak yang lebih ramah bagi kesehatan.

Share
This entry was posted in Nutrisi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>