Mitos-Mitos tentang Perawatan Hipertensi

Mitos-Mitos tentang Perawatan Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah seseorang yang selalu lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi sering dialami orang lanjut usia. Banyak orang tidak berusaha untuk merawat tekanan darahnya karena adanya mitos-mitos seputar hipertensi. Berikut beberapa mitos tentang perawatan hipertensi.

Mitos 1: Hipertensi Tidak Berbahaya
Fakta: Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan jiwa atau cacat seumur hidup seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan demensia.

Mitos 2: Hipertensi Tidak Bisa Dikendalikan
Fakta: Hipertensi mudah dideteksi dan umumnya bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat, bila perlu dengan pengobatan medis. Banyak orang yang pernah mengalami hipertensi dapat menjalankan hidup secara wajar dengan memperhatikan pola hidup sehat.

Mitos 3: Tekanan Darah Sistolik Normal Orang Dewasa adalah Angka Sistolik + 100
Fakta: Berapapun usia seseorang jika tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg termasuk hipertensi. Berdasarkan mitos ini jika seseorang berusia 50 tahun memiliki tekanan darah 150/90 dianggap wajar.
Mitos ini terbentuk karena kecenderungan naiknya tekanan darah orang lanjut usia. Sehingga naiknya tekanan darah pada orang usia lanjut dianggap hal yang wajar. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg.

Mitos 4: Hipertensi pada Orang Lanjut Usia Tidak Bisa Diobati
Fakta: Pada umumnya hipertensi bisa dirawat dan diobati, sekalipun pada orang berusia lanjut. Hipertensi lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Hal ini seringkali sebagai akibat hipertensi pada usia muda yang tidak terdeteksi, sehingga pada saat hipertensi terdiagnosa kondisinya lebih sulit diatasi. Sebagian besar hipertensi dapat dirawat dengan baik meskipun penderita sudah lanjut usia.

Mitos 5: Tekanan Darah Sistolik Tinggi Tidak Berbahaya Jika Tekanan Diastolik Kurang dari 90 mmHg
Fakta: Tekanan sistolik dan diastolik sama pentingnya untuk dijaga kurang dari 140/90 mmHg. Pada usia muda tekanan diastolik tinggi lebih berbahaya sedangkan pada usia tua tekanan siatolik tinggi lebih berbahaya. Tekanan sistolik dan diastolik keduanya dipakai sebagai acuan untuk memprediksi resiko komplikasi hipertensi.

Mitos 6: Hipertensi Tanpa Gejala Tidak Berbahaya
Fakta: Hipertensi mempunyai reputasi sebagai “silent killer”. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, gejala terasa setelah terjadi komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dsb. Hipertensi lebih mudah dirawat jika terdiagnosa sejak awal.

Mitos 7: Hipertensi Hanya Bisa Diobati secara Medis
Fakta: Justru banyak kasus  hipertensi lebih mudah dikendalikan dengan pola hidup sehat seperti pola makan sehat, olahraga dan menurunkan berat badan bagi orang kelebihan berat badan serta tidak merokok atau banyak minum alkohol. Pengobatan medis sekalipun selalu harus didukung dengan perubahan pola hidup.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *