Mapan Finansial, Apakah Sekadar Banyak Uang?

Pria mapan

Ketika ditanya bagaimana seseorang dikategorikan telah mapan finansial, apa jawaban kamu? Punya uang banyak, bisa posting foto-foto liburan ke luar negeri, punya rumah mewah dan bisa beli apa saja?

Iya, memang benar. Mereka yang sudah bisa beli apa saja yang mereka mau bisa disebut mapan. Tetapi, apakah hanya sekadar itu saja? Pernah terpikirkan ketika seseorang bahkan bisa bangkrut dan tidak memiliki apa-apa meski dia punya banyak uang?

 

Faktanya, Mapan Finansial Tidak Hanya Punya Banyak Uang
Mapan secara finansial dapat berarti seseorang sudah mencapai tujuan keuangannya. Tujuan keuangan itu sendiri bisa mencakup tiga hal yakni: Dana pendidikan untuk anak, dana pensiun dan juga proteksi melalui asuransi. Jadi, kalau seseorang punya uang untuk saat ini dan tidak bisa diprediksi bisa memenuhi kebutuhan masa depannya, itu belum mapan namanya!

Mereka yang mapan finansial berarti apabila mereka butuh dana untuk ketiga keperluan dana yang kami sebutkan tadi, kondisi finansial mereka tidak akan terganggu.
Setiap orang pasti ingin mapan finansial, ingin tahu bagaimana caranya? Pada dasarnya, mulai dari sekarang, ikuti langkah sederhana berikut.

Langkah Menuju Mapan Secara Finansial
1. Identifikasi Aset
Yang pertama adalah identifikasi aset produktif dan kurang produktif. Aset produkti bisa berupa rumah yang dapat disewakan yang bisa jadi passive income. Sementara itu, aset kurang produktif dapat kamu pikirkan bagaimana agar makin produktif.

2. Antisipasi Risiko
Semua hal yang kamu punya akan sia-sia jika tidak siap dengan risiko yang terjadi. Oleh karena itu, pilih proteksi terbaik agar kamu tidak mengalami kerugian besar ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Asuransi bisa berupa asuransi jiwa atau kesehatan, atau juga asuransi terhadap aset yang kamu miliki. Sebagai informasi saja, sejak adanya BPJS Kesehatan dari pemerintah, asuransi swasta juga berlomba-lomba menawarkan produk yang menarik yang bisa kamu pilih. Tentu secara cermat.

3. Lunasi Utang
Tak dipungkiri, utang tidak bisa lepas dari kehidupan seseorang. Baik dalam jumlah kecil atau besar dan secara tidak langsung. Sebagai contoh, kamu pengguna kartu kredit maka secara tidak langsung kamu sedang berutang. Oleh karena itu, lunasi utang secara berkala dan tepat waktu. Kamu yang ingin mengikuti program KPR juga dianjurkan untuk mengambil cicilan tidak lebih dari 30% dari total penghasilanmu per bulan.

4. Dana Darurat
Mapan finansial itu berarti kamu siap terhadap kemungkinan kebutuhan dana secara darurat. Sebut saja penambahan biaya rumah sakit ketika sakit. Meski sudah punya asuransi seperti misalnya BPJS atau asuransi lainnya yang terbaik sekalipun, bukan berarti biaya perawatan di rumah sakit benar-benar gratis. Mungkin saja kamu harus menambah kekurangan plafon biaya perawatan. Atau, yang sederhana saja, biaya obat atau keperluan ketika berada di rumah sakit dan juga waktu yang kamu habiskan di rumah sakit sehingga tidak bisa bekerja.

5. Investasi
Ya, menabung saja sering kali tidak cukup. Memang kamu harus menabung tetapi juga harus punya investasi yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Investasi bisa dalam bentuk apa saja, apakah itu properti, emas, atau bahkan investasi di pasar modal dan sebagainya. Pilih sesuai kebutuhan dan tujuan serta kapan kamu perlu uang tersebut. Kamu bisa hitung terlebih dahulu dan siapkan secara matang.

Nah, sudah siap menyongsong saat-saat mana kala kamu mapan secara finansial? Mari mulai dari sekarang, jangan tunggu esok hari!