Mengapa Tulang Dapat Mengalami Osteoporosis?

Osteoporosis  atau atau tulang keropos atau tulang rapuh, adalah kondisi gangguan tulang yang ditandai dengan kepadatan tulang rendah, kerusakan struktural jaringan tulang dan menurunnya kekuatan tulang sehingga menyebabkan kerapuhan tulang dan meningkatnya resiko patah tulang terutama pada tulang pinggul, tulang belakang, dan tulang pergelangan tangan. Laki-laki maupun perempuan dapat mengalami osteoporosis.

Apa itu Tulang?
Tulang adalah jaringan hidup dan tumbuh yang membentuk struktur yang kokoh sebagai rangka tubuh. Tulang sebagian besar terbuat dari kolagen, kalsium, dan fosfat. Kolagen adalah suatu protein yang membentuk kerangka lunak, sedangkan kalsium dan fosfat merupakan mineral yang menambah kekuatan dan kekerasan kerangka tersebut.

Osteoporosis dan Osteopenia
Osteoporosis  menyebabkan keropos tulang abnormal yang dapat mengalami kompresi (penyusutan), seperti spons. Kelainan tulang kerangka ini, melemahkan  tulang dan seringkali menyebabkan fraktur (patah) tulang . Osteopenia adalah suatu kondisi tulang yang sedikit kurang padat dari tulang normal tetapi belum sampai mengalami osteoporosis. Osteopenia adalah kondisi tulang tidak normal yang jika tidak diperbaiki dapat menyebabkan osteoporosis.

Formasi Tulang dan Resorpsi Tulang
Sepanjang hidup seseorang, selalu terjadi formasi tulang baru dan resorpsi tulang tua. Formasi tulang adalah penambahan tulang baru pada rangka tulang. Resorpsi tulang adalah pelepasan tulang tua dari rangka tulang karena diserap oleh tubuh. Selama masa pertumbuhan sampai dengan usia dewasa, formasi tulang baru lebih cepat daripada resorpsi tulang tua. Akibatnya, tulang makin besar, makin berat, dan makin padat. Formasi tulang lebih banyak daripada resorpsi tulang sampai kepadatan tulang mencapai batas puncak (kepadatan tulang maksimum) sekitar usia 30. Setelah itu, perlahan-lahan mulai resorpsi tulang lebih banyak dari formasi tulang.

Bagi wanita, kehilangan tulang tercepat dalam beberapa tahun pertama setelah menopause, dan berlanjut ke tahun-tahun pasca-menopause. Osteoporosis yang terutama dialami oleh wanita tetapi juga dapat dialami oleh pria. Osteoporosis lebih sering terjadi  pada orang yang tidak mencapai puncak kepadatan tulang yang optimal selama masa pertumbuhan tulangnya.

Share
This entry was posted in Kesehatan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>