Depo-Provera (Suntik KB) – Manfaat, Efek Samping, dan Kontraindikasinya

Depo provera adalah metoda kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dengan cara menyuntikkan obat tertentu kepada wanita usia subur. Depo provera lebih dikenal dengan istilah suntik KB karena merupakan merupakan metoda yang banyak digunakan untuk ber-KB (keluarga berencana).

Apa Manfaat Suntik KB?
Beberapa keuntungan menggunakan metoda kontrasepsi suntik KB antara lain sbb.

  • Tidak perlu dilakukan setiap saat, hanya sekali dalam 3 bulan.
  • Tidak meningkatkan resiko kanker payudara, kanker rahim, dan kanker serviks. Suntik KB dapat melindungi wanita dari kanker endometrial,
  • Menghindari nyeri menstruasi, pendarahan menstruasi berlebihan (termasuk pendarahan yang disebabkan fibroid), premenstrual syndrome (PMS), dan endometriosis.

Apa Efek Samping Suntik KB?
Sebelum memutuskan untuk menggunakan suntikan KB, anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan gambaran mengenai gejala yang mungkin anda alami saat ber-KB suntik. Sebagian orang yang ber-KB dengan suntikan tidak mengalami gejala apapun. Sebagian orang yang menerima suntikan KB mengalami satu atau lebih gejala ringan. Beberapa gejala yang pernah dialami oleh akseptor KB suntik antara lain.

  • Menstruasi tidak teratur atau tanpa menstruasi
  • Sakit kepala
  • Gugup
  • Depresi
  • Pusing
  • Jerawat
  • Perubahan nafsu makan
  • Berat badan naik
  • Pertumbuhan bulu pada muka dan tubuh menjadi lebih lebat
  • Rambut rontok
  • Berkurangnya kepadatan mineral tulang

Umumnya efek samping tersebut jarang terjadi. Perubahan siklus menstruasi adalah efek samping yang paling umum. Pengguna suntikan KB dapat mengalami pendarahan atau spotting yang tidak teratur. Setelah setahun penggunaan KB suntik sekitar 50% wanita berhenti haid. Haid biasanya akan kembali dialami setelah suntikan dihentikan.

Penggunaan suntikan KB dalam jangka panjang dapat menyebabkan berkurangnya kepadatan mineral tulang, sehingga meningkatkan resiko osteoporosis (tulang keropos). Resiko ini akan lebih besar pada wanita yang menggunakan suntikan KB lebih dari dua tahun yang memiliki faktor resiko osteoporosis lain seperti faktor keturunan, merokok, dan banyak minum alkohol.

Kontraindikasi Suntik KB

Karena suntik KB tidak mengandung estrogen, alat KB ini dapat digunakan oleh kebanyakan wanita yang beresiko minum pil KB seperti wanita diatas 35 tahun, pengidap darah tinggi, wanita gemuk, dan perokok. Namun, tidak semua wanita cocok menggunakan suntik KB. Beberapa wanita yang tidak boleh menggunakan suntik KB adalah yang memiliki kondisi-kondisi sbb.

  • Kanker payudara atau pernah mengidap kanker payudara
  • Stroke atau pembekuan darah (blood clots)
  • Penyakit liver
  • Epilepsi, migraine, asma, gagal jantung, atau penyakit ginjal (karena suntik KB dapat menyebabkan retensi cairan tubuh)
  • Pendarahan vaginal yang tidak diketahui sebabnya
  • Beresiko tinggi osteoporosis

Karena waktu pemulihan kesuburan setelah penghentian penggunaan suntik KB cukup lama, suntik KB tidak direkomendasikan yang ingin segera hamil dalam 2 tahun ke depan.

Share
This entry was posted in Kesehatan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>