4 Jenis Batu Ginjal (Renal Calculus)

Batu ginjal adalah benda padat yang terbentuk di dalam ginjal, yang terdiri dari gabungan kristal-kristal dari zat-zat terdapat dalam urin. Dalam kondisi kesehatan normal, tubuh mempunyai mekanisme yang mengatur keseimbangan kimia urin sehingga bahan-bahan yang ada di dalam urin tidak membentuk kristal. Namun karena alasan tertentu tubuh bisa saja tidak mampu mengendalikan terbentuknya kristal dari bahan yang terkandung dalam urin.
Batu ginjal tidak homogen dan terdiri dari gabungan beberapa bahan kimia. Ada empat jenis batu ginjal yang paling umum:

1. Batu Kalsium
Batu ginjal yang paling umum adalah batu kalsium, biasanya dalam bentuk kalsium oksalat. Kalsium adalah bagian dari makanan sehat. Kalsium yang tidak digunakan tubuh (misalnya untuk kesehatan tulang, otot, dsb) akan dibawa darah menuju ginjal. Kelebihan kalsium ini akan dibuang melalui urin.
Kadar oksalat tinggi dapat ditemukan pada beberapa jenis buah dan sayuran. Hati kita juga menghasilkan oksalat. Faktor-faktor seperti menu makanan, gangguan usus, kelainan metabolisma atau penyakit tertentu dapat meningkatkan konsentrasi oksalat dalam urin. Batu kalsium juga bisa terjadi dalam bentuk kalsium fosfat atau kalsium karbonat.
Batu kalsium lebih sering terjadi pada pria daripada wanita dan biasanya muncul pada usia 20-30 tahun. Batu ginjal ini kadang kembali terjadi.

2. Batu Sistin

Sistin adalah jenis asam amino yang merupakan komponen yang penyusun otot, syaraf, dan bagian-bagian lain tubuh. Meskipun jarang terjadi, batu sistin dapat terbentuk jika terlalu banyak sistin menumpuk dalam urin.
Batu sistin terjadi pada orang yang memiliki kelainan yang disebut sistinuria. Sistinuria adalah kondisi dimana kadar sistin dalam urin lebih tinggi dari normal karena masalah transportasi sistin di ginjal. Sistinuria menurun dalam keluarga dan mempengaruhi pria maupun wanita.

3. Batu struvit
Struvit adalah senyawa ammonium magnesium fosfat. Batu jenis ini terbentuk dari mineral magnesium dan ammonia hasil limbah. Batu struvit juga dikenal dengan sebutan batu infeksi.
Batu struvit terbentuk sebagai respon terhadap infeksi, misalnya infeksi saluran kemih (urinary tract infection, UTI). Batu struvit dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi sangat besar (dibandingkan jenis batu ginjal lainnya) sehingga dapat menyumbat ginjal, ureter, atau kandung kemih. Batu struvit kebanyakan ditemukan pada wanita yang memiliki infeksi saluran kemih.

4. Batu Asam Urat
Batu asam urat dapat terbentuk jika terlalu banyak asam urat di dalam urin. Batu asam urat dapat dialami orang yang mengalami dehidrasi, orang yang makan makanan berprotein tinggi, dan orang yang memiliki asam urat tinggi. Faktor-faktor genetika dan kelainan jaringan yang menghasilkan darah juga dapat mempengaruhi terbentuknya batu asam urat. Batu asam urat lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Selain keempat jenis batu ginjal di atas, ada juga jenis-jenis batu ginjal lainnya, namun jarang sekali terjadi.
Dengan mengetahui jenis batu ginjal dapat membantu memahami faktor apakah yang mungkin telah menyebabkan terbentuknya batu ginjal pada seseorang dan memberikan petunjuk mengenai apa yang harus dilakukannya untuk mengurangi resiko terjadinya kembali batu ginjal tersebut.

Share
This entry was posted in Kesehatan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>