12 Tips Diet bagi Wanita Hamil

Wanita hamil membutuhkan nutrisi yang berbeda dengan wanita tidak hamil. Hal ini karena wanita hamil harus memenuhi kebutuhan tubuhnya untuk mempertahankan kehamilan yang sehat dan memberikan nutrisi yang diperlukan bagi janin yang dikandungnya. Untuk itu wanita hamil perlu memperhatikan menu makanannya secara lebih seksama. Berikut 12 tips pemilihan makanan untuk wanita hamil.

1. Minum Cukup Air
Air berperan penting dalam membawa nutrien dari makanan ke sel-sel tubuh. Direkomendasikan wanita hamil minum minimal 8 gelas air sehari.

2. Penuhi Asupan Protein
Pada saat hamil, berat badan akan naik karena tubuh membangun jaringan khusus yang diperlukan untuk mengandung janin. Protein merupakan sumber asam amino yang diperlukan untuk membentuk jaringan tubuh. Protein juga diperlukan untuk pembentukan sel-sel darah. Direkomendasikan seorang wanita hamil mendapatkan asupan protein 70 gram per hari, sedangkan untuk wanita tidak hamil hanya 50 gram per hari. Kebutuhan protein tertinggi pada trisemester kedua dan trisemester ketiga, saat pertumbuhan tubuh bayi sebanding dengan pertambahan berat tubuh ibu.

3. Penuhi Asupan Kalsium
Kalsium adalah mineral penting untuk perkembangan kehamilan dan pertumbuhan janin. Bahan makanan berkalsium tinggi seperti susu, keju, yogurt, ikan sarden, bayam, dsb dapat membantu masalah kehamilan seperti retensi air. Direkomendasikan wanita hamil medapatkan asupan kalsium 1000 – 1300 mg.

4. Banyak Makan Sayuran dan Buah
Sayuran dan buah merupakan sumber nutrisi penting bagi setiap orang. Bahan makanan ini lebih penting lagi bagi wanita hamil. Sayuran dan buah merupakan sumber utama bagi asupan vitamin, mineral, dan antioaksidan seperti vitamin A, vitamin B (termasuk folat), vitamin C, dsb.

5. Makan Bulir Utuh
Banyak wanita hamil yang mengalami mual (nausea) pada trisemester pertama kehamilan. Sumber karbohidrat seperti pasta, roti, dan cracker dapat membantu meringankan rasa mual. Karbohidrat juga merupakan bagian esensial dari diet sehat kehamilan. Karbohidrat adalah sumber utama energi dan seringkali kaya serat. Wanita hamil sebaiknya mendapatkan cukup karbohidrat kompleks khususnya dari bulir utuh. Makanan dari bulir utuh dapat berupa sereal, barley, roti, pasta, oats, dsb.

6. Dapatkan Asupan Omega 3
Asam lemak omega 3 banyak terdapat pada ikan berlemak. Omega 3 sangat penting bagi perkembangan janin khususnya untuk pembentukan otak. Ikan salmon, trout danau, dan sarden adalah sumber utama omega 3. Omega 3 mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan janin (juga bayi dan anak-anak usia pertumbuhan) yang disebut DHA. Omega 3 juga dapat diperoleh dari bahan makanan nabati terutama walnut, telur dan flaxseed.

7. Batasi Asupan Caffeine
Caffeine adalah bahan stimulan yang dapat meningkatkan resiko keguguran dan bayi lahir dengan bobot di bawah normal. Caffeine juga bersifat diuretik sehingga dapat meyebabkan dehidrasi, suatu yang tidak boleh dialami wanita hamil. Beberapa ahli merekomendasikan untuk membatasi asupan caffeine kurang dari 300 mg perhari atau sekitar 2 cangkir kopi dalam sehari.

8. Jangan Minum Alkohol
Alkohol adalah bahan depressant yang memperlambat aktivitas sistem syaraf pusat.  Banyak minum alkohol dapat menyebabkan sindrom alkohol janin atau FAS (fetal alcohol syndrome). Sindrom ini dialami bayi berupa bobot lahir di bawah normal, keterbelakangan mental (retardasi mental), masalah postur, dan masalah emosional.

9. Penuhi Kebutuhan Zat Besi
Kehamilan meningkatkan kebutuhan tubuh wanita hamil akan zat besi. Wanita hamil memerlukan zat besi lebih banyak sejak awal kehamilan sampai dengan bulan keenam setelah melahirkan. Nilai asupan harian zat besi untuk wanita hamil adalah 27 mg per hari (9 mg lebih banyak dari wanita tidak hamil).

10. Cukupi Kebutuhan Yodium
Yodium adalah mineral penting yang diperlukan untuk menghasilkan hormone tiroid. Hormon tiroid sangat penting untuk pertumbuhan dan perkebangan. Kekurangan yodium saat hamil meningkatkan resiko cacat mental pada bayi saat lahir.Yodium banyak terdapat dalam bahan makanan seperti seafood, telur, daging dan produk susu. Yodium juga dapat diperoleh dari garam dapur beryodium.

11. Hindari Makanan Mentah
Hindari makanan mentah khususnya dari bahan makanan hewani seperti daging, telur, susu, dan seafood. Juga tidak rekomnedasikan untuk makan makanan tersebut setengah matang. Hal ini untuk menghindari infeksi bakteri yang dapat mengganggu kesehatan kehamilan dan kesehatan janin.

12. Minum Suplemen Jika Diperlukan Sesuai Rekomendasi Dokter Kandungan
Periksakan kandungan anda menurut jadwal yang telah ditentukan oleh dokter kandungan. Dokter kandungan anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk minum vitamin dan suplemen tertentu yang diperlukan untuk kehamilan yang sehat sesuai dengan kondisi anda.

Share
This entry was posted in Kesehatan, Nutrisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>