Penyu Hijau, Reptil Laut yang Gemulai

Penyu Hijau (nama latinnya : Chelonia mydas) adalah penyu laut berukuran besar yang biasa terdapat di perairan dangkal laut tropis dan subtropis. Penyu ini banyak terdapat di perairan Indonesia. Populasi penyu ini makin lama makin berkurang.

Gambar foto Penyu Hijau (Photograph by Tim Laman)

Penyu Hijau (Photograph by Tim Laman)

Anatomi (Ciri Fisik)
Penyu hijau diberi nama karena warna kulitnya yang kehijauan. Sedangkan cangkangnya biasanya berwarna cokelat atau olive. Penyu hijau merupakan salah jenis satu penyu laut terbesar di dunia, bobotnya mencapai lebih dari 300 kg. Penyu hijau memiliki kepala yang kecil, dan tidak dapat ditarik masuk ke cangkang. Cangkangnya memiliki bentuk mirip organ jantung yang panjangnya  mencapai 1,5 m. Cangkangnya lebar dan memiliki permukaan halus. Penyu hijau jantan sedikit lebih besar dari penyu hijau betina. Penyu hijau jantan juga memiliki ekor yang lebih panjang dari penyu hijau betina. Penyu hijau memiliki sirip mirip dayung, yang membantunya berenang dengan kuat dan gemulai. Hewan ini biasanya berenang dengan kecepatan 2 – 3 km/jam.

Makanan
Berbeda dengan kebanyakan penyu laut, penyu hijau adalah hewan herbivora (pemakan tumbuhan) yang memakan rerumputan laut dan ganggang (alga) laut. Namun penyu hijau yang masih kecil memakan invertebrata seperti kepiting, ubur-ubur, dan sepon laut.

Perilaku
Kebanyakan jenis penyu laut menghangatkan diri dengan berenang dekat permukaan air. Penyu hijau Pasifik Timur biasa naik ke darat untuk berjemur. Tidak banyak jenis penyu yang biasa naik ke daratan kecuali pada saat bertelur.
Penyu hijau menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air, tetapi harus menghirup udara untuk melakukan aktivitasnya. Satwa ini dapat menghirup dan mengeluarkan udara dengan sangat cepat untuk mengganti oksigen dalam paru-parunya. Saat melakukan aktivitas, misalnya mencari makanan, penyu hijau menyelam selama empat sampai lima menit, dan naik ke permukaan air untuk menghirup udara satu sampai tiga detik. Saat istirahat atau tidur, penyu dapat tahan dalam air selama beberapa jam.

Habitat
Penyu hijau berada di perairan pantai tropis dan subtropis di seluruh dunia. Penyu ini kadang-kadang merangkak ke daratan pantai untuk berjemur. Ada dua jenis penyu hijau yaitu Penyu Hijau Atlantik yang biasanya terdapat di pantai Eropa dan Amerika Utara, dan penyu hijau Pasifik Timur yang terdapat di pantai-pantai dari Alaska sampai Chile.

Reproduksi (Perkembangbiakan)
Masa kawin terjadi setiap dua sampai empat tahun sekali. Penyu hijau, seperti kebanyakan jenis penyu, melakukan migrasi yang jauh dari tempat mencari makan ke tempat bertelur. Penyu ini bertelur di daratan pantai berpasir. Untuk bertelur, penyu betina meninggalkan laut dan berjalan ke daratan untuk memilih tempat bertelur di pasir. Penyu bentina akan menggali lubang di pasir menggunakan siripnya, lalu bertelur di lubang tersebut sebanyak 100 sampai 200 butir. Setelah bertelur penyu betina akan menutup kembali lubang tersebut dengan pasir dan kembali ke laut. Telur tersebut dibiarkan menetas sendiri selama sekitar dua bulan kemudian. Setelah menetas bayi-bayi penyu harus menempuh sendiri perjalanan menuju pantai. Ini merupakan masa yang paling berbahaya bagi bayi penyu hijau, karena banyaknya predator seperti kepiting, burung camar, dan burung-burung karnivora lainnya.

Status Konservasi
Penyu hijau termasuk satwa yang dilindungi sehingga tidak boleh ditangkap atau dibunuh. Penyu hijau terdaftar sebagai spesies fauna yang terancam punah. Penyu hijau banyak diburu untuk diambil dagingnya. Telur penyu ini juga banyak diminati untuk dikonsumsi. Penyu hijau juga semakin terdesak karena kerusakan habitat dan semakin berkurangnya lahan untuk bertelur di alam.

Taksonomi (Klasifikasi Ilmiah)
Klasifikasi ilmiah penyu hijau sbb.
Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Reptilia, Ordo: Testudines, Sub-ordo: Cryptodira, Famili: Cheloniidae, Genus: Chelonia, Species: C. mydas
Nama binomial (nama latin): Chelonia mydas

Share
This entry was posted in Fauna and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>