Bunglon Kadal yang Bisa Berubah Warna

Bunglon adalah sejenis kadal kecil yang biasa hidup di pohon. Bunglon adalah hewan yang eksotis dari kelas reptil (kadal). Tampilannya mirip hewan purba. Bentuk rupanya sangat mirip dengan kerabatnya yaitu kadal iguana.

Gambar foto bunglon Meller

Bunglon Meller sedang menyamarkan diri di pohon

Anatomi
Sepintas hewan ini sangat mirip dengan iguana, tetapi jauh lebih kecil. Bunglon jantan biasanya mempunyai tanduk, sirip dan gelambir leher di kepalanya. Ada yang berukuran hanya 2,5 cm seperti bunglon Brookesia, tetapi spesies-spesies lainnya dapat mencapai 60 cm. Bunglon biasanya mempunyai tubuh panjang dan agak pipih dan ekor yang dapat digunakan untuk berpegangan di dahan. Seperti kadal lainnya bunglon memiliki kulit yang bertekstur kasar. Kaki belakang mempunyai dua jari sebelah dalam dan tiga jari sebelah luar. Kaki depan memiliki susunan jari-jari sebaliknya.
Mata yang menonjol hampir tertutup seluruhnya oleh kelopak mata, menyisakan sedikit bagian yang terbuka. Kedua matanya dapat melihat ke dua arah yang berbeda ke segala arah. Lidahnya berguna untuk menagkap mangsa, yang bisa dijulurkan lebih panjang dari tubuhnya. Bunglon menembak mangsanya dengan lidahnya hanya dalam waktu 0,07 detik.

Bisa Berubah Warna Kulit
Hewan kecil ini terkenal karena kemampuannya mengubah warna kulit untuk meniru lingkungan sekitarnya. Warna kulit bunglon biasanya hijau, kuning atau coklat. Bunglon dapat mengubah warna kulitnya. Bunglon biasanya mengubah warna kulitnya saat terkena rangsangan seperti cahaya, temperatur dan emosi. Misalnya saat marah bunglon cenderung mengubah warna kulitnya menjadi lebih gelap. Kemampuan mengubah warna kulit dimanfaatkan bunglon untuk mencari mangsa dan melindungi diri dari predator (pemangsa) dengan cara meniru warna lingungan di sekitarnya.

Habitat
Bunglon adalah reptil yang umumnya banyak menghabiskan waktunya di pohon (hewan arboreal). Tetapi ada juga jenis bunglon yang biasa hidup di tanah misalnya bunglon Brookesia yang biasa hidup di tanah dalam hutan. Bunglon terdapat di semua benua dengan spesies yang bervariasi.

Makanan
Umumnya bunglon makan serangga seperti belalang, jangkrik, kumbang kecil, dan serangga lainya.  Spesies bunglon yang lebih besar ada yang memangsa anak burung dan tikus.

Reproduksi
Umumnya bunglon berkembang biak dengan bertelur (ovivar), tetapi ada juga spesies bunglon yang bertelur dalam perut dan membesarkan anaknya di dalam perut sebelum dilahirkan (ovovivivar).  Spesies bunglon yang bertelur memiliki telur setelah 3-6 minggu setelah kawin. Bunglon betina akan turun ke tanah dan mulai menggali lubang antara 10 – 30 cm tergantung spesies bunglon. Betina akan masuk ke dalam liang tersebut untuk bertelur.  Spesies bunglon Brookesia bertelur 2 – 4 butir. Spesies bunglon berkudung (Chamaeleo calyptratus) memiliki 80 – 100 telur. Ukuran telur dan bayi bunglon yang baru menetas bervariasi tergantung spesies. Biasanya telur akan menetas setelah 4-12 bulan bergantung spesiesnya.
Spesies bunglon yang bertelur beranak (ovovivivar) seperti bunglon Jackson (Trioceros jacksonii) memiliki masa kehamilan 5 – 7 bulan. Masing-masing anak akan lahir dalam membran lengket yang merupakan kantong kuning telur. Induknya akan menempelkan telur tersebut pada ranting dimana membran akan pecah dan bayi bunglon bisa keluar. Spesies bunglon ini bisa memiliki 30 ekor anak sekaligus sekali kehamilan.

Vektor Penyakit (Pembawa Penyakit)
Bunglon seringkali membawa parasit nematoda seperti cacing  Filaria (penyebab penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah) dan cacing gelang.  Bunglon juga  sering membanwa parasit protozoa berupa Plasmodium (penyebab malaria), Trypanosoma (penyebab penyakit tidur), dan Leishmania (penyebab penyakit lesmaniasis).

Taksonomi Bunglon

Klasifikasi ilmiah bunglon adalah sbb.
Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Reptilia, Ordo: Squamata, Sub-ordo: Lacertilia, Infra-ordo: Iguania, Famili: Chamaeleonidae,
Sub-famili Chamaeleoninae dan Brookesiinae.
Sub-famili Chamaeleoninae terdiri dari beberapa genus: Archaius, Bradypodion, Calumma, Chamaeleo, Furcifer,  Kinyongia, Nadzikambia, Trioceros.
Sub-famili Brookesiinae terdiri dari beberapa genus: Brookesiinae, Brookesia, Rieppeleon, Rhampholeon.

Share
This entry was posted in Fauna and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>