Anaconda Hijau Pemburu dari Rawa Amazon

Anaconda adalah nama jenis ular dari keluarga ular boa (famili: Boidae). Ular anaconda disebut juga ular boa air. Ada empat spesies anaconda yaitu: anaconda hijau (Eunectes murinus), anaconda kuning (Eunectes notaeus), anaconda Bolivia (Eunectes beniensis), dan anaconda bintik hitam (Eunectes deschauenseei).
Meskipun nama anaconda merupakan nama suatu kelompok ular (ada empat spesies anaconda), namun biasanya hanya digunakan untuk menyebut satu spesies anaconda saja yaitu anaconda hijau (Eunectes murinus) yang dianggap sebagai ular terbesar di dunia.

Foto ular anaconda hijau (Eunectes murinus)

Foto ular anaconda hijau (Eunectes murinus)

Anatomi
Anaconda dapat memiliki ukuran panjang sampai 9 meter dan bobot  mencapai lebih dari 200 kg dengan diameter tubuh rata-rata 30 cm. Anaconda betina lebih besar anaconda jantan.
Meskipun warna tubuh ular anaconda bervariasi, namun selalu ada corak belang-belang hitam di punggung. Corak ini berfungsi sebagai kamuflase (penyamaran) di antara pepohonan dan dedaunan di hutan yang berawa. Lubang hidung anaconda terletak di atas moncongnya sehingga ia dapat bernapas dengan mudah saat berenang.

Habitat
Ular anaconda hidup di seluruh daerah tropis Amerika Selatan di sekitar sungai Amazon dan lembah Orinoco, di Guyana sampai Trinidad. Anaconda hidup di hutan hujan, ia lebih suka lingkungan rawa-rawa dan sungai berarus lambat.

Perilaku
Pada dasarnya anaconda adalah hewan nokturnal. Nokturnal artinya aktif pada malam hari. Sedang pada siang hari satwa ini suka berjemur di pohon atau di air dangkal. Anaconda adalah perenang yang sangat baik, tetapi juga memanjat pohon untuk berjemur atau mengeringkan tubuh.
Ular ini bergerak lamban di darat, tapi sangat lincah di dalam air. Oleh karena itu anaconda memanfaatkan air rawa atau sungai menghindari predator dan bersembunyi saat berburu. Mata dan lubang hidung berada di atas kepala mereka, yang memungkinkan mereka untuk bernapas dan melihat sekitar permukaan air sementara tubuhnya sepenuhnya terendam.

Karnivora
Makanan utama anaconda adalah ikan dan reptil (kura-kura, caiman, buaya, ular lain, bahkan sesama anaconda). Ular ini dikenal sebagai pemangsa berbagai hewan darat seperti bebek, burung, tikus, rusa, pekari, kapibara, babi hutan, bahkan jaguar.

Pemburu
Saat berburu ular ini melakukannya sendirian. Anaconda berburu di tepi perairan menunggu mangsanya untuk minum. Dalam satu serangan anaconda membelit dan menarik mangsanya ke dalam air.
Anaconda adalah konstriktor yaitu ular yang berburu dengan cara membelit mangsanya sampai tidak bisa bernapas dan mati lemas. Anaconda membutuhkan waktu sekitar 3-4 menit untuk mematikan mangsanya dengan cara ini.
Rahangnya dihubungkan oleh ligamen (jaringan penghubung tulang) yang bisa melar sehingga memungkinkan ia menelan mangsanya secara utuh, seberapapun besarnya. Setelah makan hewan besar, ia bisa hidup berminggu-minggu tanpa makan sama sekali.

Reproduksi
Anaconda betina siap bereproduksi setelah mencapai usia 4 tahun. Masa kehamilan anaconda sekitar 6 bulan. Anaconda adalah hewan yang bereproduksi secara ovovivivar (bertelur beranak) artinya anaconda betina menyimpan telur dalam perutnya dan pada saatnya melahirhan anak yang sudah menetas dari telur.
Seekor anaconda betina mampu melahirkan hingga 80 ekor bayi anaconda sekali melahirkan, namun rata-rata seekor betina melahirkan 20-30 ekor bayi anaconda. Bayi-bayi anaconda berukuran antara 70 – 80 cm ketika dilahirkan dan segera dapat berenang dan berburu. Anaconda dapat hidup di alam liar selama 10 sampai 30 tahun.

Status Konservasi
Status konservasi anaconda tidak dianggap terancam, tetapi mereka terpengaruh oleh berkurangnya hutan hujan sebagai habitat mereka.
Meskipun ular ini seringkali ditampilkan dalam gambar-gambar sebagai karakter yang agresif, namun anaconda populer diperdagangkan sebagai hewan peliharaan yang eksotik.

Taksonomi
Klasifikasi ilmiah anaconda hijau adalah sebagai berikut:
Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Sub filum: Vertebrata, Kelas: Reptilia, Ordo: Squamata, Sub ordo: Serpentes, Famili: Boidae, Sub famili: Boinae, Genus: Eunectes
Species: E. murinus
Nama binomial: Eunectes murinus

Share
This entry was posted in Fauna and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>