Fast Food is Junk Food: Fakta atau Mitos?

Fakta tentang Makanan Cepat Saji (Fast Food)


Mengapa Makanan Cepat Saji Disebut Junk Food?

Globalisasi telah memasuki berbagai bidang kehidupan tidak terkecuali budaya makan. Salah satu budaya asing yang masuk ke negeri kita adalah restoran cepat saji (fast food). Beberapa jenis makanan yang dihadirkan oleh restoran cepat saji antara lain ayam goreng (fried chicken), kentang goreng, hamburger, pizza, dsb. Makanan cepat saji memiliki konotasi makanan yang berasal dari negara asing terutama Amerika dan Eropa. Seiring perkembangan globalisasi budaya, restoran dan makanan cepat saji semakin dikenal oleh masyarakat kita.
Makanan cepat saji kadang disebut juga makanan kalori hampa. Makanan kalori hampa adalah makanan berkalori tinggi namun tidak memiliki kandungan mikronutrien seperti vitamin, mineral, asam amino, dan serat. Makanan cepat saji biasanya banyak mengandung lemak dan atau gula yang dianggap bukan bahan kanan sehat.
Makanan cepat saji dituduh sebagai salah satu penyebab meningkatnya obesitas dan masalah-masalah gangguan metabolisma seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, dsb.
Karena dianggap bukan makanan sehat maka makanan cepat saji dicap sebagai junk food. Apa arti junk food? Secara harfiah junk food berarti makanan sampah.

Makanan cepat saji (fast food)

Makanan cepat saji (fast food) kaya kalori miskin gizi

Bukan makanan sampah
Hanya karea ia tidak mengandung kandungan gizi yang banyak bukan berarti makanan cepat saji harus “dimusuhi”. Sebetulnya terlalu berlebihan juga kalau dikatakan bahwa makanan cepat saji adalah makanan “sampah”.
Para ahli kesehatan memang merekomendasikan kita untuk makan makanan sehat seimbang. Sebagai makanan yang banyak mengandung kalori makanan cepat saji bisa menjadi sumber energi yang sehat. Tentu saja kita harus bijak mengkombinasikan jenis makanan yang kita makan. Misalnya kita bisa saja mengkonsumsi pizza, hamburger, atau ayam goreng sebagai sumber energi, kemudian dilanjutkan makan sayuran, salad atau buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral.

Yang Penting Mengikuti Pola Hidup Sehat
Sesekali makan makanan berkalori tinggi tidak akan berdampak serius bagi kesehatan atau berat badan anda, selama anda tetap mengikuti pola hidup sehat. Ingat pola hidup sehat hanya merekomendasikan anda untuk membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi tiap hari dan menyeimbangkan asupan zat gizi dari makanan, bukannya memusuhi makanan tertentu.
Bukankah pada saat-saat tertentu kita juga mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi.Jujur saja meskipun kita selalu makan makanan yang dimasak sendiri di rumah adakalanya kita mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi.
Jadi saran yang cukup adil adalah anda boleh saja makanan makanan siap saji sebagai variasi menu makan, namun jangan terlalu sering atau dijadikan kebiasaan. Harus dipahami pula bahwa sekalipun anda tidak pernah makanan cepat saji, belum tentu makanan yang anda pilih adalah makanan yang sehat seimbang. Jadi berhentilah mengatakan “makanan cepat saji adalah makanan sampah”.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *