Diabetes dan Obesitas (Kegemukan)

Apa Hubungan Antara Diabetes dan Obesitas (Kegemukan)?

Obesitas atau kegemukan sudah menjadi masalah global terutama di negara-negara berkembang dan di negara-negara maju. Dahulu obesitas cenderung dialami oleh orang dewasa tua, namun sekarang orang muda yang mengalami obesitas cenderung meningkat jumlahnya.

Meningkatnya jumlah orang obesitas di kalangan orang muda banyak dikaitkan dengan pola hidup yang kurang sehat terutama karena konsumsi makanan yang tidak seimbang (yaitu makanan kaya lemak dan berkalori tinggi), di lain pihak orang muda cenderung menganut “sedentary lifestyle” (pola hidup yang tidak banyak bergerak atau melakukan aktivitas fisik).

Obesitas atau kegemukan adalah suatu kondisi dimana tubuh seseorang memiliki kadar lemak yang terlalu tinggi. Kadar lemak yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Untuk mengetahui apakah seseorang obesitas atau tidak, kita bisa menggunakan indeks berat badan yang biasa disebut BMI (body mass index). BMI adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara berat badan (dalam satuan kilogram) terhadap tinggi badan (dalam satuan meter). Orang yang memiliki BMI antara 25 samapi 29,9 disebut kelebihan berat badan, sedangkan orang dengan BMI lebih dari 30 disebut obesitas.

Salah satu resiko yang dihadapi oleh orang yang obesitas adalah penyakit diabetes tipe 2. Menurut beberapa hasil penelitian, diabetes tipe 2 sangat erat kaitannya dengan obesitas. Pada penderita diabetes tipe 2, pankreasnya sebenarnya menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan kadar glukosa darah pada tingkat normal, namun insulin tersebut tidak dapat bekerja maksimal membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa karena terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas, salah satunya adalah kadar lemak darah yang tinggi (terutama kolesterol dan trigliserida).

Karena tidak efektifnya kerja insulin membantu penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh maka pankreas akan berusaha menghasilkan lebih banyak insulin. Lama-kelamaan karena dipaksa untuk menghasilkan insulin secara berlebihan secara terus-menerus, akhirnya kemampuan pankreas untuk menghasilkan insulin semakin berkurang. Kondisi ini disebut resistensi insulin (insulin resistance). Resistensi insulin merupakan faktor resiko seseorang dapat mengalami diabetes tipe 2.

Sekitar 90% kasus diabetes merupakan diabetes tipe 2. Berita baiknya, obesitas dan diabetes sangat mungkin untuk dicegah. Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan makan makanan sehat seimbang dan berolah raga secara teratur serta mengurangi stress sebagai langkah awal untuk mencegah obesitas dan diabetes.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *