Demam Cikungunya, Si Penyakit Bungkuk

Demam cikungunya (Chikungunya Fever) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan kepada manusia oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi . Demam cikungunya didiagnosa berdasarkan gejala-gejala, temuan-temuan fisik, uji laboratorium dan kemungkinan terkena gigitan nyamuk pembawa virus cikungunya.
Tidak ada perawatan khusus bagi penderita cikungunya, perawatan dilakukan berdasarkan gejala-gejala yang dimiliki pasien. Infeksi cikungunya tidak selalu berakibat fatal. Kebanyakan kasus penderita dapat sembuh dengan sendirinya.

Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti

Gejala-Gejala Cikungunya
Cikungunya adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan penyakit yang melemahkan, yang seringkali ditandai dengan demam, sakit kepala, lemas, mual, muntah, ruam, nyeri otot, dan nyeri sendi. Kata “chikungunya” berasal dari bahasa Kimakonde dari Mozambik yang berarti “membengkok”, merujuk kepada bentuk tubuh penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi.
Demam cikungunya akut biasanya berakhir setelah beberapa hari sampai beberapa minggu, tetapi dengan dengue (demam disertai nyeri sendi dan otot) pasien akan sembuh lebih lama lagi. Beberapa pasien dilaporkan menderita nyeri sendi atau arthritis selama beberapa minggu atau beberapa bulan.
Masa inkubasi (masa sejak terkena infeksi sampai dengan timbulnya penyakit) cikungunya berlangsung antara 2 sampai 12 hari, namun umumnya berlangsung antara 3 – 7 hari. Infeksi cikungunya yang “tidak terlihat” (infeksi tanpa gejala sakit) dapat terjadi. Infeksi virus cikungunya (baik “terlihat” maupun “tidak terlihat”) yang berakibat fatal jarag terjadi.

Perawatan Penderita
Tidak ada vaksin atau perawatan antivirus yang khusus untuk demam cikungunya, sampai saat ini. Perawatan dilakukan berdasarkan gejala yang dialami penderita antara lain beristirahat , memberikan cairan tubuh, obat-obatan untuk mengurangi gejala demam dan sakit seperti ibuprofen, naproxen, acetaminophen, atau paracetamol. Jangan menggunakan aspirin karena diketahui dapat meningkatkan resiko pendarahan. Penderita demam cikungunya harus terhindar dari gigitan nyamuk, supaya tidak malah ikut “membantu” penularan penyakit ini.

Penularan Cikungunya
Virus cikungunya disebarkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk terinfeksi setelah menggigit penderita cikungunya. Selain manusia, monyet dan hewan liar lainnya juga bisa menjadi tempat hidup (reservoir) virus cikungunya.
Nyamuk Aedes aegypti merupakan pembawa (vector) utama penularan virus cikungunya pada manusia. Selain itu, nyamuk Aedes albopictus  juga berperan dalam penularan antarmanusia di Asia, Afrika dan Eropa. Beberapa spesies nyamuk yang hidup di hutan Afrika diketahui juga terinfeksi virus cikungunya.

Nyamuk Aedes albopictus

Nyamuk Aedes albopictus

Pencegahan Cikungunya
Pencegahan secara personal adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Nyamuk Aedes aegypti dikenal sebagai nyamuk yang aktif siang hari. Pencegahan secara personal dapat dilakukan dengan memakai cream anti nyamuk, obat anti nyamuk, kelambu, dan pakaian yang aman dari nyamuk.
Pencegahan secara komunal dilakukan dengan menekan perkembangbiakan nyamuk, setidaknya di lingkungan tempat tinggal. Pencegahan secara komunal dapat dilakukan dengan gerakan 4M (membersihkan, menguras, menutup, mengubur).

  1. Membersihkan tempat penampungan air
  2. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air terbuka minimal sekali seminggu
  3. Menutup tempat penampungan air
  4. Mengubur benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *