Bagaimana Ginjal Kita Bekerja?

Ginjal adalah organ penting dalam tubuh kita. Fungsi ginjal sangat penting sehingga organ-organ utama tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya jika ginjalnya rusak karena penyakit atau karena kecelakaan. Ginjal bekerja menghilangkan hasil limbah metabolisma dari darah saat darah melewati ginjal. Hasil-hasil limbah dan kelebihan air diambil dari darah dan dilewatkan ke luar tubuh sebagai urin.
Ginjal yang sehat mengatur jumlah garam-garam dan zat-zat kimia dalam tubuh dan mempertahankan keseimbangan yang diperlukan oleh tubuh untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Ginjal juga membuat beberapa hormon yang berfungsi:
–    membantu tubuh membuat sel-sel darah merah
–    mempertahankan tekanan darah normal
–    membuat vitamin D teraktivasi untuk menguatkan tulang

Anatomi Ginjal
Umumnya orang terlahir memiliki dua ginjal. Ginjal berbetuk seperti kacang merah, menempel pada kedua sisi tulang belakang tepat di bawah tulang rusuk. Ginjal menerima darah melalui arteri ginjal (arteri renalis) yang merupakan cabang dari arteri utama – yang disebut aorta – yang membawa darah dari jantung. Saat darah sudah melewati ginjal dan telah disaring, darah tersebut kembali ke aliran darah utama melalui vena ginjal (vena renalis) yang terhubung dengan vena cava, pembuluh darah yang mengembalikan darah ke jantung.
Di dalam ginjal terdapat jaringan sekitar satu juta unit penyaring darah yang berukuran sangat kecil, yang disebut nefron. Masing-masing nefron berisi sebuah glomerulus (sekelompok pembuluh darah kecil, yang menyaring limbah dan air dari darah), dan sebuah tubulus (suatu tempat dimana air dikurangi dan zat-zat kimia ditambahkan atau dikurangi dari cairan limbah untuk membentuk urin). Hasil-hasil limbah yang telah tersaring oleh ginjal dari darah dikumpulkan dalam pelvis ginjal (pelvis renalis) dan melewati ureter ke kandung kemih sebagai urin.
Tubuh kita hanya perlu satu ginjal untuk berfungsi sebagaimana mestinya, jadi jika orang hanya terlahir memiliki satu ginjal atau orang yang kehilangan ginjal karena kecelakaan, sakit, atau mendonorkan sebuah ginjalnya, ia tetap bisa hidup normal.

Bagian-Bagian Ginjal

Bagian-Bagian Ginjal

Fisiologi Ginjal
Banyak orang mengira ginjal hanya menghasilkan urin. Sebenarnya ginjal memiliki empat fungsi utama:
1. Menyeimbangkan cairan tubuh
Ginjal yang sehat mengatur seberapa banyak cairan yang harus dibuang dan seberapa banyak cairan yang harus disimpan untuk tubuh supaya berfungsi sebagaimana mestinya.
2. Menyeimbangkan Zat-zat kimia
Ginjal yang sehat bertanggungjawab untuk mempertahankan keseimbangan normal berbagai zat kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu zat kimia yang terpenting adalah kalium (potassium), yang diperlukan untuk pengendalian syaraf dan otot. Kalium yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam tubuh dapat menyebabkan otot lemah dan masalah jantung. Ginjal yang sehat juga aktif dalam menyeimbangkan kadar kalsium, fosfor, dan magnesium dalm darah.
3. Membuang hasil limbah
Hasil limbah yang disebut urea terbentuk dari pemecahan protein dari makanan yang kita makan. Hasil limbah lainnya disebut creatinine yang terbentuk dari aktivitas normal otot.
4. Menghasilkan hormon-hormon esensial
Ginjal yang normal dan sehat melepaskan beberapa hormon penting ke dalam aliran darah, antara lain:
a.    renin, hormon yang membantu mengatur tekanan darah
b.    erythropoietin (EPO), hormon yang membantu sumsum tulang membuat sel-sel darah merah, dan membentuk vitamin D teraktivasi yang mengatur penyerapan kalsium dari makanan dan membantu mempertahankan kesehatan tulang.
Setiap 24 jam, ginjal menyaring dan membersihkan sekitar 200 liter cairan dari darah. Dari jumlah tersebut sekitar 198 liter terserap kembali dan dipertahankan dalam tubuh, dan sekitar dua liter dikirimkan ke kandung kemih dalam bentuk urin untuk dikeluarkan dari tubuh.

Cara Kerja Ginjal
Berikut tahapan bagaimana sistem ginjal tersebut bekerja:

  1. Jantung memompa darah ke dalam pembuluh aorta yang membawa darah ke arteri yang membawa darah ke ginjal (arteri renalis).
  2. Darah mengalir ke ginjal dimana filter-filter kecil (glomeruli) dan tubulus membersihkan darah tersebut dari kelebihan cairan dan hasil limbah.
  3. Darah yang sudah bersih mengalir kembali ke aliran darah utama melalui vena renalis yang berhubungan dengan vena cava, dan darah tersebut kemudian di resirkulasi ke seluruh tubuh.
  4. Bahan-bahan limbah yang dibersihkan dari darah di ginjal dilewatkan ke kandung kemih dalam bentuk urin.
  5. Proses ini berlangsung terus menerus selama 24 jam sehari. Saat kandung kemih sudah penuh, kita harus segera mengeluarkan urin tersebut dari tubuh melalui uretra (saluran pengeluaran air kemih dari kandung kemih).

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *