Apa Itu Homosistein?

Apa yang Dimaksud Homosistein?
Homosistein adalah asam amino yang mengandung sulfur, yang terdapat dalam plasma darah. Homosistein terbentuk secara alami  dalam tubuh. Meskipun homosistein selalu ada dalam tubuh, zat ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh. Homosistein dianggap berhubungan langsung dengan masalah kesehatan jantung.

Apa Pengaruh Kadar Homositein dalam Tubuh terhadap Kesehatan?
Jika seseorang memiliki kadar homosistein tinggi, ia memiliki resiko lebih tinggi terhadap penyakit penyakit jantung koroner, stroke, aterosklerosis, dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.

Bagaimana Tubuh Memecah Homosistein?
Homosistein dipecah dalam tubuh melalui proses metabolik. Proses metabolik untuk memecah homosistein membutuhkan adanya asam folat dan vitamin B6 dan vitamin B12. Kadar homosistein dalam darah dipengaruhi oleh adanya zat-zat gizi ini.

Apa Itu Homosistinuria?
Homosistinuria merupakan kelainan metabolik (metabolic disorder). Homosistinuria adalah kelainan genetika dimana seseorang memiliki kadar homosistein yang sangat tinggi dalam tubuhnya yang ditandai dengan tingginya kadar homosistein dalam urinnya. Homosistinuria terjadi karena tubuh kekurangan enzim tertentu yang berperan dalam menguraikan homosistein dalam tubuh. Homosistinuria dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan penyakit jantung sebelum usia 30 tahun.

Berapa Angka Homosistein yang Dikategorikan Tinggi?
Angka homosistein adalah banyaknya homosistein dalam darah per satuan volume darah. Angka homosistein normal berada dalam rentang 5 – 15 mikromol per liter. Angka homosistein tinggi dikategorikan dalam beberapa tingkatan.
•    5 – 15 mikromol/liter dikategorikan normal
•    16 – 30 mikromol/liter dikategorikan cukup tinggi (moderat)
•    31 – 100 mikromol/liter dikategorikan tinggi (intermediate)
•    Lebih dari 100 mikromol/liter disebut sangat tinggi (parah)

Apa Penyebab Angka Homosistein Tinggi?
Homosistein dalam tubuh akan diubah menjadi methionine dan cysteine (masih dalam bentuk asam amino) dengan bantuan asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12. Perubahan ini menggunakan molekul perantara yang disebut enzim. Jika tubuh kekurangan nutrisi tersebut atau tubuh tidak cukup memiliki enzim yang membantu pemecahan homosistein maka homosistein akan menumpuk dalam darah sehingga meningkatkan angka homosistein darah.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *