Apa Itu Hipersomnia?

Hipersomnia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami kantuk berlebihan bukan karena kurang tidur. Biasanya seseorang yang mengalami kondisi ini sering merasa sangat mengantuk dan ingin tidur berulang kali di siang hari. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu.

Hipersomnia yang berlangsung lama dan tidak mendapatkan perawatan yang memadai dapat menyebabkan bingung, kehilangan memori, lesu, dan cemas. Hipersomnia yang berkelanjutan tidak hanya dapat mengganggu kesehatan fisik seseorang tetapi juga dapat mengganggu mengganggu hubungan sosial dengan orang lain.

Seringkali gangguan tidur menyebabkan hipersomnia. Gangguan tidur yang disebut sleep apnea dimana seseorang tidak dapat cukup oksigen saat tidur malam hari, dapat menyebabkan hipersomnia. Cedera di kepala juga dapat menyebabkan gangguan syaraf yang menyebabkan seseorang sering mengalami mengantuk secara berlebihan.

Depresi seringkali menyebabkan rasa kantuk berlebihan. Infeksi otak seperti ensefalitis atau virus Epstein-Barr juga dapat menyebabkan hipersomnia. Kondisi lain seperti epilepsi, restless legs syndrome, fibromyalgia, dan multiple sclerosis juga dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan.

Hipersomnia bukan merupakan suatu jenis penyakit tertentu melainkan merupakan gejala dariĀ  penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengobati hipersomnia, perlu diketahui penyebabnya. Mengobati hipersomnia berarti mengobati penyakit atau gangguan kesehatan yang menyebabkan gejala kantuk berlebihan tersebut.

Tidak semua kasus hipersomnia dapat diobeti dengan mudah, terutama jika penyebabnya tidak diketahui. Hipersomnia idiopatik, disebabkan penyakit yang tidak diketahui, dapat dirawat dengan stimulan untuk membantu penderita tetap terjaga selama siang hari. Hipersomnia yang disebabkan penyakit yang diketahu,i diobati dengan cara mengobati penyakit tersebut. Dalam beberapa kasus, misalnya pada penderita depresi, fibromyalgia, atau epilepsi yang menggunakan obat tertentu, hipersomnia dapat hilang atau berkurang setelah mengganti jenis obat yang digunakan. Mengubah kebiasaan tidur juga dapat meningkatkan kualitas tidur di malam hari sehingga mengurangi efek kantuk berlebihan di siang hari.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *