10 Manfaat Hutan Bakau (Hutan Mangrove)

Hutan mangrove atau hutan bakau adalah lingkungan pepohonan yang berada di rawa air payau berlumpur pada daerah pantai. Pada umumnya jenis pohon yang dapat tumbuh di hutan bakau sangat terbatas. Hal ini dikarenakan airnya yang bersifat payau yaitu campuran air laut dan air tawar. Hutan bakau sangat penting dijaga kelestariannya karena memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Apa manfaat hutan mangrove atau hutan bakau? Berikut beberapa manfaat hutan bakau.

1. Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai
Hutan bakau memiliki akar yang sangat kuat sehingga menjadi pelindung alami bagi tanah di dekat pantai. Hal ini akan mencegah terjadinya erosi dan abrasi pantai. Erosi adalah pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi adalah pengikisan tanah oleh hempasan ombak laut.

2. Mencegah Intrusi Air Laut
Hutan bakau mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau. Hal ini bermanfaat mencegah intrusi air laut ke daratan. Intrusi air laut adalah peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Jika terjadi intrusi air laut ke tanah daratan maka dapat membuat air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk diminum atau digunakan sebagai air bersih.

3. Menjadi Penyaring Alami Bagi Air Laut
Lingkungan lahan hutan bakau yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur dapat mempercepat penguraian limbah organik (misalnya kayu, daun, tanaman laut) yang terbawa ke pantai. Lahan hutan bakau juga membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut misalnya minyak dan detergen.

4. Menjadi Penghalang Alami terhadap Angin Laut
Pohon bakau dikenal memiliki akar yang sangat kuat sehingga pohonnya sangat kokoh. Bagi penduduk yang bermukim di dekat pantai, hutan bakau dapat menjadi penghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.

5. Menyediakan Tempat Perlindungan (Konservasi) Tumbuhan dan Hewan
Beberapa jenis tumbuhan dan hewan hanya cocok hidup di hutan bakau. Lingkungan hutan bakau yang berlumpur dan berair payau sangat cocok ditempati oleh pepohonan bakau seperti pohon api-api, teruntum, nipah, kedeka, berus-berus, pidada, dsb. Hutan bakau juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut juga banyak yang menghuni hutan bakau seperti ikan, ikan udang, kepiting, siput, dan lain sebagainya.

6. Mengurangi Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca diketahui menyebabkan terjadinya pemanasan global. Pepohonan di hutan bakau dapat membantu mengurangi efek rumah kaca dengan mengurangi kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfir. Pohon-pohon berperan mengubah karbon anorganik yaitu CO2 menjadi karbon organik yang terdapat dalam akar, batang, dan daun.

7. Menyediakan Sumber Daya Hayati yang Bernilai Ekonomis
Kekayaan sumber daya hayati di hutan bakau berupa tumbuhan dan hewan dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi. Beberapa jenis tumbuhan hutan bakau dapat dimanfaatkan untuk dijadikan obat, pakan ternak, bahan kerajinan, dan lain-lain. Beberapa jenis ikan, udang, kepiting, siput, dsb yang hidup di hutan bakau merupakan bahan makanan yang lezat dan bergizi.

8. Menyediakan Tempat Bertelur Hewan Laut
Hutan bakau merupakan tempat betelur dan menetas yang ideal bagi beberapa spesies ikan dan hewan laut tertentu. Akar pohon bakau yang padat akan melindungi telur ikan dan anak ikan yang baru menetas. Lahan bakau yang subur menyediakan banyak makanan bagi ikan-ikan kecil sebelum dapat hidup mandiri di laut.

9. Mendukung Ekosistem Laut
Adanya hutan bakau tidak hanya mempengaruhi ekosistem pantai tetapi juga ekosistem laut. Kerusakan hutan bakau terbukti mengurangi jumlah ikan dan hewan laut lainnya yang berada di laut yang dekat dengan hutan bakau. Berapa jenis hewan air tertentu seperti ikan udang, kepiting, dsb memanfaatkan hutan bakau sebagai tempat mencari makanan.

10. Menjadi Tempat Wisata
Hutan bakau sangat unik dan menawarkan pemandangan yang indah sehingga layak dijadikan tujuan wisata. Wisata hutan bakau tidak hanya menyajikan keindahan pantai tetapi juga pepohonan bakau, hewan air, hewan darat, dan hewan pohon. Beberapa lokasi hutan bakau yang telah dikembangkan menjadi objek wisata antara lain di Sinjai (Sulawesi Selatan), Muara Angke (Jakarta), Suwung, Denpasar (Bali), Blanakan dan Cikeong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah).

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *