10 Kebiasaan yang Meningkatkan Resiko Depresi

Depresi adalah kondisi gangguan kesehatan yang semakin banyak dialami orang. Kesedihan adalah salah satu tanda awal depresi. Depresi klinis dapat sangat menghancurkan kehidupan seseorang. Depresi dapat menurunkan energi, semangat, konsentrasi, dan minat untuk melakukan aktivitas normal. Dalam kasus ekstrim depresi dapat menghilangkan semangat hidup seseorang. Depresi dapat disebabkan oleh masalah kesehatan maupun masalah psikologis, atau keduanya. Dalam banyak kasus depresi dialami seseorang yang memiliki masalah psikologis dan diperburuk oleh kebiasaan tidak memperhatikan kondisi kesehatan. Beberapa kebiasaan buruk dapat meningkatkan resiko depresi. Berikut beberapa kebiasaan yang meningkatkan resiko depresi.

1. Jarang Berolahraga
Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik meningkatkan resiko berbagai gangguan kesehatan termasuk depresi. Salah satu manfaat olahraga secara teratur adalah mengurangi resiko depresi. Olahraga secara teratur membantu tubuh meningkatkan aktivitas neurochemical ( bahan kimia syaraf) dopamine dan serotonin yang mempengaruhi mood.

2. Asupan Gizi Kurang atau Tak Seimbang
Kekurangan asupan nutrien tertentu dapat mengurangi fungsi otak sehingga meningkatkan resiko depresi. Beberapa nutrisi penting bagi otak antara lain protein, omega 3, omega 6, tryptophan, vitamin D, dsb.

3. Tidak Mendapatkan Cahaya Matahari
Menerima paparan sinar matahari secara berlebihan dapat menyebabkan kulit kering, dehidrasi, dan meningkatkan radikal bebas dalam tubuh. Sebenarnya tubuh kita memerlukan cahaya matahari dalam kadar tertentu. Sinar matahari membantu produksi serotonin, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan rasa bugar. Cahaya matahari juga mempengaruhi jam biologis dalam tubuh seperti pengaturan waktu tidur, waktu bangun tidur, waktu lapar, dsb.

4. Kurang Tidur
Kurang tidur dapat memicu depresi klinis. Tidur tidak hanya baik untuk fisik tetapi juga baik untuk mental.Tidur yang cukup dapat membantu produksi dan aktivitas hormon tertentu dalam tubuh.

5. Menghindari Teman dan Keluarga
Pribadi yang tertutup meningkatkan resiko depresi. Jika anda menutup diri saat menghadapi masalah, tidak ada orang yang dapat membantu anda atau sedekar membuat anda ceria. Berkomunikasi dengan orang-orang dekat dapat mengubah kimia otak. Curhat atau menceritakan masalah anda kepada orang-orang dekat dapat mengurangi beban pikiran anda atau bahkan anda mungkin mendapatkan bantuan solusi yang jauh lebih baik.

6. Memikirkan Sesuatu secara Berlebihan
Kekhawatiran berlebihan dan sering berfikir negatif dapat meningkatkan resiko depresi. Hindari terlalu banyak memikirkan sesuatu secara berlebihan dengan melakukan hal-hal positif seperti, olahraga, menulis, membaca, menonton TV, bernyanyi, ibadah, jalan-jalan, shopping, dsb.

7. Bergaul dengan Orang yang Salah
Ilmuwan menemukan bahwa mood bisa menular. Mood dapat diperoleh dari orang-orang di sekitar. Banyak bergaul dengan orang-orang yang memberi motivasi dan dukungan moral akan mempengaruhi otak secara positif misalnya dalam mengendalikan emosi. Sebaliknya, banyak bergaul dengan orang-orang yang pesimis dapat melemahkan mental.

8. Banyak Minum Alkohol
Banyak minum alkohol dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko kecemasan dan depresi. Minum alkohol berlebihan dapat berpengaruh negatif tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental.

9. Terlalu Sibuk
Sebagian orang bekerja terlalu banyak sehingga kurang istirahat dan tidak memiliki waktu untuk bersantai atau bersenang-senang. Terlalu sibuk bekerja dapat menaikkan tekanan mental dan menurunkan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan resiko depresi.

10. Penyalahgunaan Obat Terlarang (Narkoba)
Penyalahgunaan obat terlarang (narkoba) dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit secara fisik maupun mental. Ketergantungan obat terlarang mengindikasikan bahwa seseorang menderita depresi klinis.

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *